Minggu, 23 Januari 2011

NASEHAT BAGI PARA DA'I

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan berbuat adil dan ihsan, dan melarang dari kezholiman, melampaui batas dan permusuhan. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus nabi-Nya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam sebagaimana mengutus seluruh rasul dengan tugas berda'wah kepada tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan untuk menegakkan keadilan dan melarang dari kebalikannya yaitu beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, berpecah-belah, bercerai-berai dan menzholimi hak-hak sesama hamba.



Pada masa ini telah tersebar bahwa banyak orang-orang yang berintisab (menyandarkan diri) kepada ilmu, da'wah dan kebaikan, yang menodai banyak kehormatan dari saudara-saudaranya para da'i yang terkenal. Mereka mencela kehormatan para penuntut ilmu, da'i dan muhaadhir. Mereka melakukan itu secara rahasia pada majelis-majelis mereka dan mungkin saja mereka merekamnya pada kaset-kaset lalu menyebarkannya kepada khalayak ramai, dan kadang mereka melaku kan hal tersebut secara terang-terangan pada pengajian-pengajian umum di masjid-masjid, dan cara seperti ini menyelisihi apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan kepada rasul-Nya ditinjau dari beberapa sisi, diantaranya :

1. Hal ini merupakan kezholiman terhadap hak-hak kaum muslimin, secara khusus para penuntut ilmu dan da'i yang telah berusaha untuk memahamkan manusia, membimbing mereka, memperbaiki aqidah serta manhaj mereka, dan mereka telah berusaha keras untuk mengatur (mentanzhim) pelajaran-pelajaran, pengajian-pengajian dan menulis buku-buku yang bermanfaat.

2. Perbuatan tersebut memecah belah persatuan kaum muslimin dan shaf-shaf mereka, padahal mereka sangat membutuhkan persatuan dan jauh dari bercerai-berai, berpecah-belah serta banyak terlibat dalam saling membicarakan (mencela) diantara mereka. Apalagi para da'i yang dicela tersebut adalah dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang dikenal memerangi bid'ah, khurafat dan senantiasa menghadapi para penyeru-pernyeru kepada bid'ah dan khurafat serta menyingkap program-program dan aib-aib mereka.
Kami tidak memandang ada maslahat dalam perbuatan ini, kecuali yang didapatkan oleh para musuh-musuh Allah yang senantiasa menunggu-nunggu (mengintai) dari kalangan orang-orang kafir, munafiq atau ahlul bid'ah dan kesesatan.

3. Perbuatan ini menolong dan mendukung para orientalis dan mustaghribin (orang-orang yang terpengaruh dengan pemahaman-pemahaman Barat) dan selain mereka dari orang-orang Mulhid (orang-orang yang menyimpang) yang terkenal senantiasa mencela para da'i, berdusta atas nama mereka dan senantiasa mengajak kepada hal-hal yang bertentangan dengan apa yang ditulis oleh para da'i tersebut. Dan bukan merupakan hak Ukhuwah Islamiyah orang-orang yang suka mengkritik itu menolong musuh-musuh Allah untuk menghadapi saudara-saudaranya para penuntut ilmu, da'i dan selain mereka.

4. Sesungguhnya perbuatan ini merusak hati-hati kaum muslimin secara umum dan khusus, menyebar luaskan kedustaan dan isu-isu yang batil, dan merupakan penyebab banyaknya ghibah dan namimah, serta membuka pintu-pintu kejahatan kepada orang yang lemah jiwanya yang kebiasaan mereka menyebarkan syubhat, membuat fitnah dan sangat bersemangat untuk menyakiti kaum mu'mimin dengan apa yang mereka tidak kerjakan.




Halaman 1   2    3

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More